BERPIKIR KOMPUTASIONAL

NAMA:RIZKY ARGA CAHYO PURNOMO

NO.absen:32

KELAS:X ATU 3

TEMA: Berpikir Komputasional

MATERI: Decomposition (pemecahan masalah), patern recognition (pengenalan pola), abstraction(abstraksi),dan algorithm design (desain algoritma)


Berpikir Komputasional: Cara “Mikir Pintar” yang Bisa Dipakai Anak ATU SMK N 1 Kedawung Sragen!

Kalau dengar kata komputasional, banyak yang langsung kepikir “wah ini pasti tentang komputer rumit”. Padahal sebenarnya berpikir komputasional (computational thinking) itu bukan cuma buat anak TKJ atau RPL saja.
Justru semua jurusan bisa pakai, termasuk kita di Agribisnis Ternak Unggas (ATU).

Berpikir komputasional adalah cara berpikir yang terstruktur untuk menyelesaikan masalah secara lebih efektif. Ada empat langkah utama:

  1. Decomposition (Pemecahan Masalah)

  2. Pattern Recognition (Pengenalan Pola)

  3. Abstraction (Abstraksi)

  4. Algorithm Design (Desain Algoritma)

Dan percaya atau tidak, ini semua kepakai banget dalam kegiatan sehari-hari anak ATU—mulai dari mengurus kandang, membuat jadwal pakan, sampai analisis produksi telur.

Mari kita bahas satu per satu dengan contoh nyata di lingkungan SMK Negeri 1 Kedawung Sragen.


1. Decomposition — Memecah Masalah Jadi Bagian Lebih Kecil

Ibaratnya seperti ketika kalian mau bersihin kandang. Kalau dilihat sekandang penuh, pasti kerasa capek duluan kan?
Tapi kalau dibagi jadi bagian-bagian kecil seperti:

  • buang kotoran

  • ganti litter

  • bersihin tempat pakan

  • cek ventilasi

  • semprot disinfektan

Mendadak pekerjaan jadi terasa lebih ringan dan teratur.

Contoh nyata di jurusan ATU:

Tugas: meningkatkan produksi telur ayam petelur.
Kalau dilihat sebagai satu masalah besar, pasti pusing. Tapi kalau di-decomposition:

  • cek kualitas pakan

  • cek jadwal pemberian pakan

  • cek pencahayaan

  • cek kondisi kesehatan ayam

  • cek kebersihan kandang

  • cek suhu & ventilasi

Dari situ jadi lebih mudah menentukan faktor mana yang harus diperbaiki dulu.


2. Pattern Recognition — Mengenali Pola yang Sering Muncul

Kalau kamu setiap hari masuk kandang, pasti lama-lama bisa baca “gelagat”-nya ayam.
Misalnya:

  • Saat cuaca terlalu panas → ayam minum lebih sering, nafsu makan turun

  • Saat kandang terlalu lembap → bau amonia meningkat

  • Saat pakan diganti → produksi biasanya turun dulu beberapa hari

Contoh di jurusan ATU:

Kamu mencatat jumlah telur selama 1 minggu:

HariProduksi Telur
Senin78
Selasa80
Rabu79
Kamis70
Jumat68
Sabtu82

Dari data itu, kamu bisa lihat pola: produksi turun di Kamis–Jumat.
Lalu kamu ingat di hari itu hujan besar dan kandang jadi lembap.

Nah, itulah pattern recognition!
Mengenali pola untuk memahami apa yang sering terjadi dan kenapa.


3. Abstraction — Mengambil Inti Informasi yang Penting

Abstraksi itu seperti saat teman curhat panjang lebar, tapi kamu langsung ngerti inti masalahnya tanpa harus dengar semua detail yang nggak penting.
Dalam dunia ATU, abstraksi juga penting supaya kita bisa fokus pada data atau faktor yang benar-benar mempengaruhi hasil.

Contoh di jurusan ATU:

Ketika produksi telur menurun, kalian mengumpulkan data:

  • suhu kandang

  • jadwal pakan

  • jenis pakan

  • kondisi ayam

  • umur ayam

  • kebisingan kandang

  • kondisi cuaca

  • intensitas cahaya

  • dan lain-lain…

Dari semua data itu kalian mengambil inti masalah misalnya:

“Ternyata penyebab utama adalah pencahayaan kurang karena cuaca mendung dan lampu kandang ada yang mati.”

Kalian tidak perlu menganalisis semua hal yang tidak relevan.
Itu adalah abstraksi—memilah informasi penting dari yang tidak penting.


4. Algorithm Design — Menyusun Langkah-langkah Penyelesaian Masalah

Algoritma itu bukan hanya buat pemrograman.
Di ATU, kalian membuat algoritma setiap hari, hanya saja tidak sadar.

Contoh paling sederhana adalah prosedur rutin memberi pakan ayam.

Contoh algoritma sederhana memberi pakan:

  1. Masuk kandang

  2. Cek kondisi ayam terlebih dahulu

  3. Siapkan jumlah pakan sesuai standar

  4. Masukkan pakan ke tempatnya

  5. Cek air minum

  6. Catat sisa pakan atau perubahan perilaku ayam

Kalau ditulis, ini sudah seperti flowchart.

Contoh algoritma nyata untuk meningkatkan produksi telur (lanjutan dari decomposition tadi):

  1. Periksa kondisi lampu kandang

  2. Jika lampu mati → ganti

  3. Jika cahaya kurang → tambah pencahayaan

  4. Periksa suhu

  5. Jika kandang lembap → tingkatkan ventilasi

  6. Periksa pakan

  7. Jika pakan baru → lakukan adaptasi bertahap

  8. Monitor hasil selama 1 minggu

  9. Evaluasi lagi

Dengan algoritma, pekerjaan jadi terstruktur dan lebih mudah diulang atau diperbaiki.


Kesimpulan: Anak ATU Juga Wajib Bisa Berpikir Komputasional!

Walaupun bukan jurusan komputer, tapi berpikir komputasional sangat berguna untuk pekerjaan sehari-hari:

  • mengidentifikasi masalah

  • melihat pola

  • menemukan inti persoalan

  • membuat langkah pemecahan yang efektif

Ini membuat kalian lebih cepat, lebih sistematis, dan lebih siap kerja di dunia peternakan unggas modern.


Ayo Tinggalkan Komentar!

Kalau kamu merasa artikel ini bermanfaat atau punya pengalaman lain tentang berpikir komputasional di jurusan ATU,
tulis pendapatmu di kolom komentar ya! 😊

Jangan lupa juga untuk mengunjungi postingan lain di blog ini—siapa tahu ada materi lain yang bisa menambah wawasanmu!



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Anggap Remeh! K3LH di Kandang Ayam: Dari SMK Kedawung Sragen Sampai Kandang Sendiri

LITERASI DIGITAL